Pertukaran Pemuda Indonesia Australia
Pada 8 Oktober 2007, 18 pemuda-pemudi Indonesia yang berasal dari 17 propinsi tiba di bandar udara Tullamarine, utara kota Melbourne, Australia. Kedatangan mereka disambut Justin O'Keffe, selaku koordinator lokal Australia, dan Deane Edgecombe yang akan membimbing mereka dalam mengemban tugas sebagai duta muda Indonesia.
Kesempatan apa saja yang bisa didapat sebagai duta muda Indonesia ?
Counterparting & Homestay
Program yang berlangsung selama empat bulan (dua bulan di Australia dan dua bulan di Indonesia) ini mengusung motto People-to-People Contact, atau interaksi antar rakyat. Sejauh ini, pemahaman kita terhadap bangsa asing dibatasi layar TV, gelombang radio, akses internet, dan lembaran koran, dan cenderung kita menilai suatu bangsa asing dari pemimpinnya saja.
Program pertukaran pemuda memberikan kesempatan praktik mengenal suatu bangsa, tinggal dalam masyarakat, melalui homestay atau tinggal bersama keluarga angkat lokal (host family) dan melalui sistem pemasangan antara pemuda Indonesia dengan pemuda Australia, dan antara pemudi Indonesia dengan pemudi Australia, agar mereka saling membantu pemahaman kedua budaya dan bahasa.
Magang
Kunjungan Wisata dan Pentas Seni
Seluruh peserta program dibekali pelatihan kesenian khas Indonesia dan Australia yang harus dipentaskan sebagai hiburan ketika mengadakan kunjungan atau menghadiri undangan oleh instansi-instansi seperti sekolah, universitas, kantor pemerintahan, panti, dsb. Proses kekompakan pemuda-pemudi antar bangsa ini tidak hanya terlihat di atas panggung pentas yang hanya 45-60 menit, melainkan lebih pada momen saat berlatih tari!
Bakti Sosial (community development)
Satu bulan masa bakti untuk masyarakat pedesaan di Indonesia tercermin dalam fase Community Development atau Pengembangan Masyarakat. Kontribusi para pemuda ini berupa perbaikan fisik dan prasarana di desa serta peningkatan mutu mental masyarakat desa melalui pelatihan.


